Jumat, 07 Desember 2007

Air Asin Bisa membakar

AIR asin bisa benar-benar membakar ketika terpapar dengan bentuk tertentu dari gelombang radio, seperti dikonfirmasi Universitas Kimia. Rustum Roy dari Universitas Pennsylvania telah memverfikasi awal bulan ini bahwa gelombang radio memecah air ke dalam komponennya, mendorong hasil menuju Hidrogen bebas dan oksigen untuk menangkap api, demikian seperti dilansir National Geographic.
Peneliti independen mengatakan bahwa fenomena ini sungguh menakjubkan, melalui aplikasi praktis teknologi, menunjukkan tak tertentu dan itu bisa menjadi sumber dari energi murah.
"Bagiku, itu kelihatannya seperti sebuah proses yang menarik," kata George Svedrup, Manajer Teknologi Departement of Energy's National Renewable Energy Laboratory (NREL) di Golden, Colorado.
Penemuan Tak Terduga
John Kanzius dari Sanibel, Florida, menyatakan bahwa ini merupakan kejadian pertama kali selama fenomena awal tahun ini, ketika percobaan sedang dilakukan dengan sebuah sebuah generator frekuensi radio, itu diatur untuk membantu menekan sel kanker. Ketika dia mencoba gelombang radio pada uji pipa air asin, itu memproduksi percikan bunga api tak terduga, menurut Pittsburgh Post-Gazatte.
Berniat ingin tahu, Kanzius dan koleganya memutuskan untuk menyalakan air dengan korek api. Air menyala dan tetap terbakar selama itu diarea frekuensi radio.
Universitas Negeri Pennsylvania kemudian menindaklanjuti dengan menggugah minat dengan aplikasi teknologi potensial untuk menghilangkan zat garam (desalination-red) dan minyak hydrogen. Dia menemukan bahwa fenomena ini bekerja dengan memecah komponen air ke oksigen, hidroden, dan garam. Hidrogen adalah zat yang mudah terbakar dan akan terbakar selama di area frekluensi radio tersebut. "Ini benar-benar kenyataan ilmiah," kata Roy .
Menurut dia, Ketika hydrogen terbakar, kemudian bereaksi dengan oksigen untuk membentuk ulang air.
Sumber Energi Masa Depan?
George Sverdrup dari NREL menyatakan ilmuwan akan membutuhkan evaluasi biaya energi dari prosesnya. Energi merupakan syarat untuk mengikat air asin dengan kimia dan molekul air.
"Jika Hidrogen dan oksigen terlepas, itu merupakan energi yang cukup untuk memisahkan kimia yang telah terikat dalam sistemnya," jelasnya.
Energi itu diperkirakan datang dari generator frekuensi radio.
Direktur Laboratorium Energi Terbarukan pada Universitas California di Barkeley, Daniel Kammen, meragukan tentang fenomena air asin yang bisa terbakar tersebut. "Sungguh itu bisa sesuatu yang rapi, jika itu benar," paparnya.
Dia menjelaskan bahwa Hidrogen adalah elemen paling umum di bumi dan sebuah minyak murni. Namun itu selalu terkunci dengan elemen lain, seperti oksigen dalam bentuk air atau karbon dalam bentuk methane. Hari ini, kebanyakan hydrogen terkandung dalam energi fosil seperti gas alam dengan cara membakar mereka, yang mana menghasilkan karbon dioksida, sebuah gas hijau. Air juga bisa dibelah menjadi hydrogen dengan menggunakan listrik, dalam proses yang dikenal sebagai hidrolisis. Namun ini tidak efisien dan membutuhkan energi cukup besar.
Sehingga para peneliti berupaya untuk menemukan cara bagaimana mengisolasi hydrogen dengan energi minimal dan tidak menggunakan energi fosil. Teknologi pembakaran air bisa sangat potensial untuk membuka sebuah cakrawala baru. Menurut dia, Solar, angin, atau gelombang energi, misalnya bisa menjadi power bagi generator frekuensi radio sebagaimana air asin melalui generator, dan hydrogen muncul.
"Itu akan menjadi sumber hydrogen luar biasa, kemudian kamu mampu membakar hydrogen secara langsung atau menggunakannya dalam minyak," paparnya.

Tidak ada komentar: